Adakalanya takdir tak dapat dirubah apalagi dipaksa (takdir mu'alaq). takdir tersebut sudah ada sejak sebelum kita dilahirkan. takdir yang menyangkut masalah hidup mati, rezeki dan jodoh. adakalanya kita ditakdirkan menjadi orang ayng biasa-biasa saja. bukan berarti kita tidak berusaha untuk menjadi lebih baik. bukan berarti kita adalah orang yang kalah, orang yang tidak disayang Tuhan. Tapi karena itu adalah jatah jabatan yang diberikan Tuhan kepada kita selama di dunia. Tuhan memberikan berkahnya tanpa pintu dan bisa datang lewat arah mana saja.
bermula dari masalah takdir yang menyangkut rejeki, maka akan muncullah suatu kasta. Orang Atas-Orang Bawah. banyak orang orang kaya belum bisa disebut bahagia. orang rupawan belum layak disebut beruntung dan orang yang berstatus standar mungkin saja lebih baik.
Lagipula, jika semua orang berada di 'atas', lalu siapa yang berada di bawah. Syukurilah apa yang ada, dengan tetap berikhtiar kepada Tuhan agar terus bertahan dan menjadi manusia yang lebih baik, meski harus dilalui dengan keberadaan kita yang 'dibawah'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar